SELAMAT DATANG DI MUMTAZ GRUP (Informasi Whats app hubungi 0858-9291-6174 atau 0878-8131-4040)

Bukti Pengorbanan

 


Berangkat lagi

                                                 Jangan takut untuk berqurban, Hartamu tidak akan habis dengan berqurban

 

Berbagi Qurban di Pelosok Desa


Sejarah berqurban memberikan pembelajaran yang syarat dengan ilmu dan penuh hikmah bagi kaum,muslimn. Kisah pengorbanan seorang nabi Ibrahim alaihis salam yang rela mengorbankan putra yang sangat disayangi dan dicintai Ismail alaihis salam.
Sungguh peringatan bagi kaum muslimn untuk selalu taat dna segera tunduk hatinya dengan perintah Allah subhanahu wa ta 'ala.
   
Perintah berqurban bagi sebahagian manusia ada yang Allah berikan kecukupan dan kelebihan harta untuk menunaikannya, dan begitu juga ada yang belum mampu karena keterbatasan atau hal lainnya. 

Mereka yang Allah mampukan tentu ibadah ini menjadi hari bahagia dan kesempatan besar untuk mendulang pahala yang berlipat ganda, moment yang bisa membuat mereka mengenang kembali betapa beratnya sejarah perjuangan seorang nabi Ibrahim alaihis salam dan putranya Ismail alaihis salam serta tak ketinnggalan juga rasa cinta dan persaudaraan yang lebih merekat dalam berbagi kebahagian dengan saudara-saudara yang jarang bahkan sama sekali tak pernah menikmati rasa dan lezat nya daging qurban padahal ditempat mereka hampir terbilang melimpah berbagai kebutuhan pangan yang dinikmati masyarakat hingga saat ini.

Mumtaz Farm yang kini mencoba berikhtiar untuk berbaur, bergerak dan mencoba hadir ditengah-tengah mereka agar bisa berbagi walaupun terbilang usaha ini masih sangat jauh dari harapan untuk bisa memenuhi daging qurban bagi sebahagian mereka.
 
Daging qurban yang diberikan dalam bentuk mentah (belum diolah), namun jika sekiranya daging qurban yang mungkin sudah siap santap diberikan kepada mereka sepertinya akan jauh lebih terasa aroma dan kelezatannya.

"Qurban anda Bahagiakan mereka" 
Rumah warga


Rumah warga

Rumah warga

Rumah warga





 

Merekapun tersenyum




 

Masih Melambai-lambai Dalam Ketaatan


Tak terasa sebulan bersama Ramadhon ditahun ini akan segera berakhir. Sungguh begitu cepatnya waktu berlalu.

Pergantian siang dan malam yang dilewati memberi isyarat bahwa umur manusia itu hanya sebentar dan sangat singkat.

Apa-apa yang dimiliki saat ini akan ditinggalkan, kalau bukan dalam bentuk wasiat, mungkin akan menjadi warisan atau bahkan diwakafkan menjadi amal jariyah dalam penantian panjangnya perjalanan menuju negeri akhirat.

Rasanya baru kemarin Ramadhan menyapa dan melambai-lambai dengan berbagai kebaikan dan keutamaanya, namun sekarang akan bersiap pergi meninggalkan jiwa-jiwa yang cemas dan penuh harap.

Rasa dahaga yang kering ditenggorokan dan lapar diperut yang kosong akan menjadi lembaran amalan pemberat yang indah dan akan menyelamatkan dari siksa dan pedihnya adzab.

Tegak dan lamanya kaki berpijak dihamparan sajadah menyemangati jiwa yang lemah dan malas disetiap malamnya, semoga menjadi pelita yang terang benderang dalam lamanya berdiri dihari penantian.

Rahmat Allah begitu luas dan selalu terhampar pintu-pintu taubat bagi para pendosa agar bersegera  membersihkan segala dosa dan khilaf dalam jiwanya yang selalu terjerumus dalam dosa.

Tidak berputus asa dari rahmat Allah, seberat apapun dosa seorang hamba,  rahmat dan kasih sayang serta ampunan Allah luas untuk hamba.

Perpisahan dengan bulan  Ramadhan memasuki masa-masa akhir, hari-hari telah dilalui kini hanya tinggal sedikit waktu 

Peluang untuk berjuang diakhir-akhir Ramadhan masih terbuka,  Perhatikan dan muhasabah kembali  dari setiap amalan dan hari yang telah dilalui. Kuat, kokoh dan terus kencangkan tali pacu agar mencapai garis finish dan berakhir dengan kabar kebahagian.

Lepaslah kepergiannya dengan sebaik - baik amalan penutup, karena sesunguhnya amalan itu ditentukan akhirnya

Tulislah lembaran-lembaran dari hari-hari terakhir dengan tinta emas agar menjadi keteladanan untuk hamba-hamba yang sholeh. 

Periksa kembali bekal-bekal apa saja yang telah dipersiapkan sebelum Ramadhan tertutup awan kepergian. Karena sesungguhnya masih akan ada perjalanan yang menanti di bulan-bulan lainnya.

Bermohonlah petunjuk dan pertolongan hanya kepada Ar-Rahman Ar Rahiim agar diberikan ke istiqomahan dalam beramal sholeh dan dimaafkani segala celah dan kekurangan  yang telah berlalu darinya. 

"Taqabbalallaahu minna wa minkum"


Jadi Hamba Terbaik

Perjuangan setahun untuk bisa bertemu dengan bulan kemulian adalah lembaran yang bermakna dalam perjalanan seorang hamba.

Rasa haru, bahagia dan senang menjadi hamba pilhan untuk bisa berada dalam bulan yang penuh keutamaan dan keberkahan.

Hamba pilihan yang denganya bertekad untuk bersungguh-sungguh mengambil manfaat yang sangat berharga dalam hitungan 12 bulan yang Allah tentukan dan memilih serta menjadikan satu bulan yang penuh keagunan dan kemaha besaran -Nya.

Bulan dimana ditutup pintu neraka dan dibuka pintu surga. Sungguh kesempatan besar untuk bisa menjadi hamba yang berada dalam naugan dan ridho-Nya.

Saudaraku...

Kesempatan untuk bisa  menjadi hamba pilihan dan berada dalam hunian yang airnya lebih jernih dari air didunia, putihnya lebih putih dan air susu, buahnya lebih manis dari buah yang ada didunia masih terbuka lebar. 

Saudaraku ...

Hayati hari-hari kemulian yang sedang berjalan hingga saat ini. Perbanyak doa agar bisa meraih mahkota kebahagian dalam akhir perjalanan ramadhan ditahun ini.

Ketahuilah awal yang baik akan mengarahkan seorang hamba untuk berjuang agar akhir dari segalanya menjadi penutup yang terbaik.

Hiasilah dan Perindah Ramadhan

Saat seorang hamba berada dalam kerinduannya hiasilah berbagai amalan ketaatan agar rasa rindu yang dinanti berrsemai dalam ruh yang terkadang lalai dan bergelimangan dosa.

Perindah akhlak dengan mengikuti dan berpedooman pada teladan yang mulia nabi Muhammad sallalahu alaihi wassalam.

Basaihi lisan dengan lembaran-lembaran petunjuk yang terang benerang menuju ridho dan ampunan-Nya

Saudaraku....

Yakinlah dengan petunjuk dan pedoman yang kokoh, kuat dan teguh niscaya ketentraman dan kebahagian akan senantiasa berjalan bersama dalam setiap waktunya.

5 Ramadhan 1442 


Bukti Pengorbanan