Sejarah berqurban memberikan pembelajaran yang syarat dengan ilmu dan penuh hikmah bagi kaum,muslimn. Kisah pengorbanan seorang nabi Ibrahim alaihis salam yang rela mengorbankan putra yang sangat disayangi dan dicintai Ismail alaihis salam.
Sungguh peringatan bagi kaum muslimn untuk selalu taat dna segera tunduk hatinya dengan perintah Allah subhanahu wa ta 'ala.
Perintah berqurban bagi sebahagian manusia ada yang Allah berikan kecukupan dan kelebihan harta untuk menunaikannya, dan begitu juga ada yang belum mampu karena keterbatasan atau hal lainnya.
Mereka yang Allah mampukan tentu ibadah ini menjadi hari bahagia dan kesempatan besar untuk mendulang pahala yang berlipat ganda, moment yang bisa membuat mereka mengenang kembali betapa beratnya sejarah perjuangan seorang nabi Ibrahim alaihis salam dan putranya Ismail alaihis salam serta tak ketinnggalan juga rasa cinta dan persaudaraan yang lebih merekat dalam berbagi kebahagian dengan saudara-saudara yang jarang bahkan sama sekali tak pernah menikmati rasa dan lezat nya daging qurban padahal ditempat mereka hampir terbilang melimpah berbagai kebutuhan pangan yang dinikmati masyarakat hingga saat ini.
Mumtaz Farm yang kini mencoba berikhtiar untuk berbaur, bergerak dan mencoba hadir ditengah-tengah mereka agar bisa berbagi walaupun terbilang usaha ini masih sangat jauh dari harapan untuk bisa memenuhi daging qurban bagi sebahagian mereka.
Daging qurban yang diberikan dalam bentuk mentah (belum diolah), namun jika sekiranya daging qurban yang mungkin sudah siap santap diberikan kepada mereka sepertinya akan jauh lebih terasa aroma dan kelezatannya.





No comments:
Post a Comment