Kehilangan uang, barang, kendaraan, ditipu, dikecewakan, disakiti orang dan ditimpa penyakit adalah hal-hal yang terkadang membuat marah dan kurang menyenangkan.
Wajar saja,namanya juga manusia.
Man proposed God Disposed. Coba bayangkan! Barangnya sudah disimpan baik-baik dan rapi, dijaga dengan super ketat, dilocked dengan kunci ganda bahkan diawasi dengan cctv masih hilang juga. Gimana coba? Ya kesal...
Marah, kesal boleh-boleh saja tapi jangan sampai berlarut-larut nanti bisa jadi tambah ribet masalahnya.
Yang namanya kehilangan, kecopetan atau di timpa penyakit merupakan ujian atau musibah dimana semua manusia akan mengalaminya.
Ada manusia yang diuji dengan kekayaan berupa harta, ada pula yang dicoba denga tahta, pangkat dan jabatannya.
Mungkin juga ada yang diuji dengan penyakit, anak dan keturunannya.
Bahkan wajah yang cantik dan cakep pun bisa menjadi ujian hidup lho!
Perhatikan...
Nabi Yusuf 'alaihis salam diuji dengan ketampanan, paras wajahnya yang sangat mempesona dan menarik perhatian.
Nabi Ayyub 'alaihis salam diuji dengan musibah berupa penyakit kulit yang cukup lama dan semua orang menjauhinya kecuali istrinya saja yang menemani.
Memiliki anak yang tidak patuh dan durhaka ini juga merupakan ujian atau musibah seperti yang dialami oleh nabi Nuh 'alaihis salam.
Belum lagi ujian dan musibah yang dialami oleh nabi kita yang Mulia Muhammad Sallalahu'alaihi wa sallam yang begitu banyak.
"Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)
Syukur dan bersabar itu yang terbaik saat ujian dan musibah menimpa sebagaimana para nabi dan rasul contohkan.
Ujian dan musibah yang datang bersilih ganti hendaknya menjadi motivasi dalam mendahulukan berfikir positif, berbaik sangka, dan tetap optimis sebab boleh jadi akan mengangkat level dan derajat serta memperbaiki kualitas hidup
Manusia hanya berencana, namun Allah yang sebaik-sebaik perencana. Yang pasti Allah itu maha bijaksana dan tidak pernah dzalim.
Sekian. Semoga bermanfaat,
F@h12I
Admin MzGrup

No comments:
Post a Comment